Senin, 17 Oktober 2022

Anak-anak yang di kecualikan

Kenapa harus aku?
Kenapa bukan dia?
Kenapa harus aku?
Kenapa bukan mereka?
Kenapa harus aku?
Kenapa hanya aku yang harus bersikap dewasa?
Kenapa aku harus mengalah?
Kenapa aku harus diam-diam menangis di bawah bantal?
Kenapa harus aku yang merelakan?
Kenapa harus aku yang menahan diri?
Kenapa harus aku?

Aku memeluk diriku sendiri, karena mereka sibuk saling memeluk satu sama lain, sedangkan aku dikecualikan.

Katanya aku kuat dan hebat, aku bisa menahannya sendirian.

Mereka lupa aku juga manusia dan lemah.

Mereka lupa aku juga ingin dipeluk dan diperhatikan.

Mereka lupa aku juga ingin hal yang sama.

Aku ingin jadi yang paling disayang, 
Aku ingin jadi yang paling dibutuhkan,
Aku ingin jadi yang lemah,
Aku ingin jadi yang paling didahulukan,
Aku ingin jadi spesial,
Aku ingin dicintai,
Aku ingin merasakan yang mereka juga rasakan.

Kenapa hanya aku yg di kecualikan?
Kenapa harus aku yang bisa sendirian.

Rabu, 12 Oktober 2022

Di Kepala.


Kesedihan kesedihan yang tidak ada habisnya terus-terusan menengokku.

Setiap kali aku bisa bahagia, dia terus mengintip malu-malu, masuk secara tidak kentara lalu menyusup dan tinggal lama.

Kesedihan yang tak bisa aku singkirkan karena aku membiarkannya begitu saja.

Padahal kalau bisa ku usir dengan sedikit keberanian, kesedihan itu pasti sirna.

Sayangnya aku tak punya.

Adu duduk ditengah ruangan sembari menatapi kesedihan satu persatu.

Seolah-olah kalau kutatap semuanya akan pergi.

Padahal dia utuh disana, dan aku lengah ada kesedihan lainnya datang dari pintu yang tak tekira, lalu aku terkejut karenanya.

Aku ingin menggangam tangan seseorang, barangkali, dengan kehangatan dari jari tangannya aku punya keberanian untuk mengusir kesedihan itu.

Sirna.


Senin, 03 Oktober 2022

Weekend Trip - Bandung

 Hi!,

Tepat sebulan setelah pergi ke Dieng, hari ini aku dan temen-temen kantorku bakalan ke Bandung naik Kereta. Sejujurnya ini kesalahkanu juga sih, aku lupa banget kalau temen kuliahku nikah di tanggal yang sama, Jadi yang harusnya aku nginep di rumah temenku, aku harus bagi waktu tanggal 1 ke Bandung tanggal 2 pagi aku sudah harus balik Jakarta lagi. 

Hari ini 3 orang dari kami janjian di Juanda, dan ketemu 2 lainnya di Gambir. Kami naik kereta Argo Parahyangan jam 6.40 dan sampe di Bandung jam 9.20. Sampai Bandung kita langsung janjian sama abang-abang persewaan motor.

Kami ketemuan di bank BNI depan stasiun. Setelah itu kami langsung cari makan, dan ini lucu banget. Kami makan di tempat lotek yang jual bakmoy (atau nasi dengan lauk daging babi) ngakak banget. Makanan akusih nggak mengandung daging yang mencurigakan secara aku makannya nasi lengko, yang jelas nasi lengko isinya cuma nasi tahu tempe sayuran yang dikasih sambel kacang, jadi aman, sedangkan temenku yang lain makan tahu petis, rujak ulek (ngakak banget emang, masa sarapan pake rujak ulek) dan 2 lainnya makan nasi rames yang ada potongan rendangnya (kita gatau itu nasi rendang daging apa) dan aku sendiri nggak ngehabisin makananya karena keburu nggak nasfu takut emang ini tempat nggak halal, secara dia jual masakan non halal, herannya kita nggak ditegur atau dikasih tau soal ini. Padahal kita bakalan dengan senang hati untuk keluar dari resto dan cari yang lain kalau memang petugasnya kasih info bahwa mereka jual makanan non halal. secara kita bertiga pakai kerudung. Tapi ya kan kita nggak tahu, kita curiga pas makanan udah pada mau abis dan searching. (Aku udah tanya sebelumnya ke temenku yg kasih saran apakah ini hahal, dan jawabannya iya)

Setelah brunch (ciah) karena terlalu siang untuk disebut sarapan. Kita ke hotel untuk check-in, dan untungnya hotel kita bisa check-in lebih awal. Jadi kami check-in, istirahat, bersih-bersih nunggu dzuhur dan siap-siap ke Cikole. 

Di maps jarak cikole dari hotel sekitar 1 jam. Kita sampai Cikole Orchid Forest sekitar jam 2.30 tapi sejujurnya kita bisa lebih cepat lagi (mungkin) kalau aja kita gak lewatin jalan alternatif yang jalannya waduh, mencekam untuk orang yang belum pernah bawa motor naik turun gunung, nggak lagideh, cukup sekali seumur hidup lewat situ hahaha. Aku yang gapernah naik-turun gunung bahkan ke puncak di Bogor bikin aku gapunya pengalaman untuk nyetir dengan Medan super menegangkan yang kanannya jurang.

Oia, Orchid Cikole ini tutup jam 7 malem ya teman-teman, akusih saranin kalian kesini pagi sekalian atau sore sekalian, kalian bisa duduk duduk ngadem dan piknik di berbagai spot di Orchid Cikole dan kalian juga bisa pelan-pelan nikmatinnya kalau kesana pagi, bisa explore semua tempat di Ochid Cikole biar puas. kalian juga bisa nonton band yang lagi manggung di theaternya. seru banget!

Setelah dari Orchid Cikole kita balik jam set.6 alhamdulillahnya jalan kali ini normal hahaha. setelah kita melewati setiabudi aku bilang untuk minggir dulu mau coba cari tempat buat makan, tapi malah pada parkir di nasi padang, padahal di depan gak jauh dari situ ada aneka sambel atau lalapan gitu lupa namanya hahaha. Asli ngakak banget perjalanan ini.

Setelah memesan nasi goreng padang untuk kita semua, kita ngelanjutin perjalanan dan pergi ke Kartika Sari yang sudah tutup eheheh. setelah beli Kartika Sari kita akhirnya balik ke hotel untuk istirahat dan bersih-bersih sebelum keluar lagi.

Mungkin karena kita salah pilih jalur, kita bener-bener kecapekan dan udah gapunya tenaga untuk keluar lagi. karena jujur rasanya udah lelah banget. Salahnya adalah kita memang gak pernah berhenti dulu pas arah ke Cikole dan turun, jadi badan kita capek berkepanjangan hahaha.

Setelah isi tenaga kami keluar jam set.11 malam untuk ke alun-alun bandung. Luar biasa ramenyaaaaaaa, padahal udah malem, tapi emang kalau di kota dan tempat wisata jam segini masih rame banget. Mungkin juga baru pada keluar.

Aku pesan sekoteng, foto-foto di terowongan (?) Underpas bandung yang terkenal itu lalu pulang. Beres-beres karena aku harus pulang jam 5 pagi untuk ngejar kereta ke Jakarta demi menghadiri resepsi temenku.

See u lagi di kesempatan lain, bandung.♡