Rabu, 12 Oktober 2022

Di Kepala.


Kesedihan kesedihan yang tidak ada habisnya terus-terusan menengokku.

Setiap kali aku bisa bahagia, dia terus mengintip malu-malu, masuk secara tidak kentara lalu menyusup dan tinggal lama.

Kesedihan yang tak bisa aku singkirkan karena aku membiarkannya begitu saja.

Padahal kalau bisa ku usir dengan sedikit keberanian, kesedihan itu pasti sirna.

Sayangnya aku tak punya.

Adu duduk ditengah ruangan sembari menatapi kesedihan satu persatu.

Seolah-olah kalau kutatap semuanya akan pergi.

Padahal dia utuh disana, dan aku lengah ada kesedihan lainnya datang dari pintu yang tak tekira, lalu aku terkejut karenanya.

Aku ingin menggangam tangan seseorang, barangkali, dengan kehangatan dari jari tangannya aku punya keberanian untuk mengusir kesedihan itu.

Sirna.


0 comments:

Posting Komentar