Jika cinta pada pandangan pertama adalah sebuah kota, maka itu adalah Đà Lạt. Sebuah yang ditempuh selama 6 jam perjalanan dengan bus malam. Dari Saigon, 4273 km dari Jakarta.
Mungkin karena kami tiba terlalu pagi atau karena Danau Xuân Hương yang tenang dan bersinar
keemasan diterpa sinar matahari. Mungkin karena cuacanya yang dingin? Atau
matahari terbit, seberkas cahaya yang berkilauan di antara pepohonan? Atau
rumah-rumah bergaya Prancis di tengah kota yang sangat jauh dari Paris?
Mungkin jatuh cinta semudah kami turun dari bus dan hanya 2 menit
berjalan kaki ke hotel? Atau staf hotel yang dengan hangat menyambut kami dan
meng-upgrade kamar kami?
Mungkin karena angin sepoi-sepoi yang sejuk, atau sopir taksi yang
tidak bisa berbahasa Inggris tetapi menunggu kami dan membawa kami berkeliling
kota? Atau sopir taksi muda yang bisa berbahasa Inggris dan merekomendasikan
restoran yang akan tutup dalam 15 menit? (Ingat, restoran lain sudah tutup
beberapa jam yang lalu).
Mungkin juga kopi vietnam pertama yang enak dan kue markisa
diskon, atau Go! Dalat yang menguras kantong. Bisa jadi syal hangat yang dibeli
dipinggir jalan seharga 45ribu yang membuat kami tetap hangat di cuaca 14°.
Atau teh persik dari Still Cafe, es teh terbaik di dunia! Yang
membuat jatuh cinta? Ada begitu banyak alasan untuk jatuh cinta dengan kota
ini, dan aku memulainya dari jatuh cinta pada pandangan pertama.♡

0 comments:
Posting Komentar